Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-16 13:14:48【Resep Pembaca】370 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(7372)
Sebelumnya: Kapolri siapkan fitur lapor cepat pada aplikasi ojek daring untuk kamtibmas
Selanjutnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Artikel Terkait
- 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
- Resep nasi goreng buah naga yang tinggi nutrisi
- China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional
- Pemprov Jateng buka "hotline" aduan keracunan menu MBG
- Kapolri cek langsung kesiapan sarpras tanggap darurat bencana
- Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal
- Pegiat soroti lemahnya aturan iklan kental manis ancam kesehatan anak
- Kolaborasi lintas sektor kunci keberhasilan MBG
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- Dinkes Banjar: Hasil laboratorium keracunan MBG dari nasi kuning
Resep Populer
Rekomendasi

Wamentan dorong sektor pertanian nasional pasok kebutuhan haji

Netanyahu: Pasukan Israel akan tetap berada di Gaza

Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar

Pemkab dan Rotary sinergi tekan angka stunting lewat pangan lokal

16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB

Pegiat soroti lemahnya aturan iklan kental manis ancam kesehatan anak

Indonesia memastikan keamanan ekspor udang dari kontaminasi radiasi

Muzani minta PIRA Gerindra sukseskan program MBG Presiden Prabowo